Pengertian , Syarat Pemasangan, Jenis Atap Rumah dan Bahan-bahanya

Atap, bisa jadi mungkin bagi sebagian orang tidak terlalu penting untuk mengerti bahkan mencari tahu tentang Atap, tapi buat kamu yang sedang dalam proses pembelajaran khusus dalam bidang kontruksi. Mengetahui pengertian, syarat pemasangan dan bahan-bahan atap itu sangat penting sekali!

Pada artikel kali ini, saya akan membahas sediki tentang Pengertian , Syarat Pemasangan, Jenis Atap Rumah dan Bahan-bahannya jadi simak baik-baik pembahasannya yah!

Pengertian Atap Rumah

Atap, menurut pengertian umum. Adalah komponen dari suatu bangunan, yang memiliki fungsi untuk menutup sebagian atau seluruh ruangan yang ada di bawahnya. Menurut pengertian lainnya, atap merupakan mahkota yang berfungsi untuk menambah kecantikan dan keindahan dari sebuah bangunan.

Selain menjadi penutup dan sebagai sebuah nilai seni bagi sebuah bangunan, Atap juga memiliki fungsi untuk melindungi bangunan dari panas dan hujan.

Pengertian atap yang lain menyatakan bahwa, Atap merupakan kontruksi kerangka yang berada di bagian atas sebuah bangunan, yang terbentuk dari struktur rangka batang yang diletakan di suatu bidang yang saling di hubungkan dengan sendi pada ujung-ujungnya.

Syarat-Syarat Pemasangan Atap

Dalam pembangunan kontruksi atap, ada beberapa syarat yang harus di ikuti, berikut dibawah ini adalah syarat-syarat pemasangan atap :

  • Pemilihan atap, sebaiknya disesuaikan dengan bentuk bangunan. Atau bisa di sesuaikan dengan kondisi cuaca yang sering terjadi. Selain menambah keindahan keamanan rumah juga bisa terjaga.
  • Selalu gunakan lapisan pengawet pada rangka bangunan atap, agar tidak mudah diserang rayap.
  • Seperti pada syarat yang pertama, kita harus bisa menyesuaikan atap kita agar bisa tahan terhadap cuaca.
  • Atap harus dibuat dengan kemiringan yang tepat dengan bangunan.
  • Harus erat dengan bentuk bangunan, di buat dengan kemiringan yang tepat

Bentuk dan jenis – jenis Atap rumah

Buat kamu yang sudah akrab dengan dunia kontruksi bangunan, mungkin sudah tidak asing lagi denga berbagai bentuk atap dibawah ini, tapi buat kamu yang masih belajar dan ingin mengetahui kontruksi bangunan, artikel ini akan memberikan sedikit  informasi tentang jeni dan bentuk dari atap, berikut daftarnya dibawah ini :

Atap Datar

Model atap ini, sering digunakan untuk bangunan atau rumah yang bertingkat, model atpa yang satu ini merupakan model atap yang paling sederhana dan bisa dibilang merupakan model atap modern, karena biasa digunakan pada rumah-rumah yang memiliki design modern.

Bahan yang digunakan untuk membuat atap ini adalah, beton bertulang pada bagian balkonnya dan asbes atau bisa juga menggunakan seng yang tebal untuk bagian terasnya.

Untuk menggunaakan atap datar ini, kita mungkin akan disarankan untuk menyesuaikan kemiringanya dengan tepat, hal ini tentu untuk membuat air hujan tidak tetampung diatas dan bisa mengalir kebawah dengan mudah.

Atap ini, bisa kamu gunakan untuk membuat taman diatas rumah, kekurangan dari atap jenis ini adalah susanya perawatan, terutama pada masalah kebocoran.  Buat kamu yang berencana ingin membuat atap jenis ini, disarankan untuk memperhitungkan ruang sirkulasi udara pada bagian ruangan. Kamu bisa mengatur lubang angin untuk membuat sirkulasi udara, agar suhu ruangan tidak terlalu panas.

Atap Sandar

Pada atap jenis ini, biasanya digunakan untuk bangunan tambahan, seperti selasar atau emperan, namun dalam perkembanganya, atap jenis ini juga digunakan untuk bangunan rumah utama. Jenis atap ini bahkan sudah sering digunakan pada rumah-rumah modern.

Atap Pelana

Mungkin bagi kita yang awam, jenis atap inilah yang sering kita temui. Atap ini juga biasa digunakan dirumah dengan model modern, dengan memadukan antara jenis atap pelana dan atap sandar, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Jeni atap pelana ini menjadi salah satu favorite masyarakat dunia, khususnya indonesia karena dianggap memiliki kemanan yang tinggi dan pemeliharaanya yang mudah. Selain itu atap jenis ini juga mudah untuk diperbaiki jika terjadi kebocoran.

Atap jenis ini, memiliki dua bidang miring dimana dua ujung atasnya saling bertemu pada gari lurus. Masyarakat kita biasanya menyebutnya dengan bubungan. Sudut kemiringan untuk atap jenis ini berkisaran diantara antara 30 sampai dengan 45 derajat.

Atap Tenda

Atap jenis ini, mungkin jarang kita temui. Karena memang atap jenis ini hanya bisa kita temui di acara-acar besar, seperti konser dan acara lainnya. Atap jenis ini terdiri dari empat bidang yang saling bertemu pada satu titik puncak, yang biasa kita sebut juga sebagai Jurai

Atap Limas (Perisai)

Untuk jenis atap yang satu ini, merupakan atap yang  terdiri dari empat bidang atap. Dimana dua bidang bertemu pada satu  garis, dam dua bidang lainnya bertemu pada garing bubungan atas atau nook. Jika dilihat lebih detail, atap jenis ini terlihat seperti trapesium dan segitiga yang ditumpuk Atap jenis merupakan pengembangan lebih jauh dari bentuk atap pelana,

Bentuk Atap Kombinasi Pelana+Perisai.

Bentuk atap kombinasi ini biasa disebut juga sebagai atap tenda patah atau atau jog, kombinasi yang sempurna dari atap jenis pelana dan perisai (limasan) biasa digunakan untuk rumah dengan bangunan modern dan biasa ditemui pada perumahan-perumahan di perkotaan.

Atap Mansard

Atap jenis ini kalau dilihat sekilas, seperti atap yang disusun atau bertingkat. Atap jenis ini merupakan jenis atap khas dari belanda, beberapa bangunan bersejarah di indonesia memiliki jenis atas seperti ini. Yang sejatinya memang di bangun oleh pemerintahan belanda saat menjajah indonesia.

Atap Menara

Jenis atas ini memiliki bentuk mirip seperti atap tenda yang sempat saya sampaikan sebelumnya, yang membedakan adalah menara puncaknya yang lebih tinggi. Atap jenis ini sering digunakan pada bangunan-bangunan rumah ibadah, seperti gereja dan masjid juga beberapa tempat ibadah lainnya

Atap Piramida

Model atap ini dibangun dengan empat bidang yang memiliki bentuk yang sama, bentuk yang biasa digunakan biasanya adalah segi 5, segi 6, aegi 8 dan seterusnya. Atap ini memang di adaptasi dari uniknya bangunan piramida dimesir.

Atap Minangkabau

Atap jenis ini, dapat kita temui di hampir seluruh wilayah sumatera, khusunya daerah minangkabau. Atap ini berbetuk seperti tanduk pada bagian tepi kanan dan kirinya, kalau kamu sempat berkunjung kesana, jangan lewatkan untuk mengujungi bangunan yang memiliki atap super unik ini.

Atap Joglo

Jenis atap ini, merupakan atap khas dari daertah jawa tengah dan jawa barat. Beberapa keraton dan masjid di hampir seluruh jawa memang mengadopsi atap jenis ini. Atap jenis ini juga biasa digunakan untuk bangunan seperti pendopo dan bangunan untuk berisitirahat ditengah kawasan yang lapang.

Atap Setengah Bola (Kubah)

Atap jenis ini, biasa digunakan juga untuk bangunan masjid dan gereja. Sejarah dari atap jenis ini sangat panjang sekali untuk diceritakan. Mungkin di lain kesempatan akan saya tuliskan pada artikel terpisah

Atap Gergaji

Model atap jenis ini, biasa digunakan untuk bangunan pabrik, gudang dan juga bengkel. Atap ini memiliki bentuk yang terdiri dari dua bidang atap yang berbeda lerengnya.

Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menutup atap

Genteng

Genteng, merupakan bahan utama dan paling sering digunakan dirumah-rumah baik di indonesi maupun di negara lain.  Genteng sendiri memiliki beberapa jenis, sesuai dengan baha utama pembuatanya, seperti : tanah liat, beton, metal atau seng, serat fiber semen atau asbes, kaca,

Bentuk genteng memiliki berbagai variasi dan macam-macamnya, kamu bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan favorite kamu sebagai pemilik rumah.

Sirap

Ada yang pernah mendengarnya? Jujur saya juga baru pertama kali mendengar bahan untuk menutup atap ini. Sirap seperti dikatakan salah satu teman, merupakan papan kayu dengan berbagai ukuran tertenu dan di atur sedemikian rupa, sehingga terbentuk penutup atap yang memiliki fungsi yang sangat baik.

Keungulan dari Sirap ini adalah mampu menyerap panas matahari dengan baik, sehingga rumah terasa lebih sejuk untuk ditempati.

Jenis kayu yang biasa digunakan untuk sirap adalah kayu ulin, jenis kayu ini dipercaya dapat bertahan selama puluhan tahun, bahkan ada yang bilang bisa sampai ratusan tahun. Sirap juga bisa menggunakan jenis kayu lain yang sudah melalui pengawetan secara sempurna.

Kekurangan dari Sirap ini adalah bahanya yang sangat sulit untuk didapatkan, dan juga harganya yang mahal.

Rumbia

Rumbia, bisa menjadi pilihan untuk kamu yang bercita-cita ingin memiliki rumah yang alami dan sejuk, karena bahan penutup atap ini terbuat dari dedaunan. Iyah Rumbia merupakan dedaunan yang disusun sedemikian ruma sehingga dapat menjadi sebuah atap rumah.

Daun yang biasa digunakan, adalah daun kelapa atau daun-daun yang memiliki ukuran yang bisa disusun untuk menjadi atap. Keuntungan dari menggunakan rumbia ini adalah, harganya yang murah dan kesan alami yang didapatkan

Namun kekurangannya adalah tidak dapat bertahan lama dan rawan bocor, karena terbuat dari daun yang mudah ditembus air dan tidak kuat angin, hal ini membuat atap yang terbuat dari atap rumbia membutuhkan perawatan yang ekstra.

Ijuk

Jeni atap ini masih sama dengan atap rumbia, yang membedakanya adalah bahan utama untuk membuatnya, kalau rumbia dibuat dengan daun kelapa. Atap yang terbut dari Ijuk dibuat dari tanaman aren.

Kelebihanya, tentu dapat memberikan kesan alami dan kesejukan, kekuranganya? Sama seperti atap rumbia yang rawan bocor ditambah sulit untuk proses penggantianya.

GentengAspal

jenis genteng ini dipercaya dapat menyerap panas matahari dengan baik, sehingga membuat bangunan dan ruangan dalam rumah terasa sejuk. Genteng aspal ini masih sangat sulit untuk dicari dipasaran, buat kamu yang ingin menggunakan genteng aspal sebagai penutup atap kamu, kamu juga harus memanggil tim ahli untuk memasangnya, karena dibutuhkan keahlian khusus dalam proses pemasanganya.

Beton Bertulang

Atap jenis ini, memiliki keistimewaan karena banyak digunakan pada gedung-gedung bertingkat, dan di beberapa rumah tinggal yang direncanakan ingin ditingkat. Atau biasa disebut dengan rumah tumbuh.

Kontruksi beton bertulang ini biasa juga kita kenal sebagai dak beton, komposisi dari dak beton ini adalah besi dan cor beton.

Selain digunakan untuk bangunan bertingkat, beton bertulang ini juga biasa digunakan untuk bangunan rumah minimalis

Keuntungan menggunakan beton bertulang sebagai atap adalah mampu menahan perubahan cuasa dan tahan lama, karena kontruksinya yang cukup kuat.

Polycarbonate

Poly Carbonate, memiliki fans tersendiri, karena mampu menahan panas, keuntungan dari menggunaka Poly Carbonate ini adalah pemasaganya yang tidak memakan waktu lama, sehingga waktu pengerjaan lebih fleksibel dan bisa mengerjakan beberapa hal penting lainnya dalam membangun rumah.

PVC(PolyvinylChloride)

PVC atau Polyvinyl Choloride, banyak juga digunakan oleh para kontraktor bangunan, keutungan dari menggunakan Polyvinyl Choloride harganya yang lebih murah tetapi mampu bertahan lebih lama.

Aluminium

Salah satu penutup atap yang dirasa sangat mewah, dan biasanya banyak dipakai oleh beberapa merk terkenal seperti Pryda atau Lovera. Keungulan dari bahan ini adalah kemudahan dan flesibilitasnya yang bisa dibuka dan ditutup.

Seng(MetalBergelombang)

Penutup atap dengan bahan seng, biasanya mudah dalam proses pemasanganya dan tidak terlalu membutuhkan banyak rangka atap. Kekuranganya adalah saat hujan atap dengan bahan ini akan menimbulkan suara yang sangat menganggu.

Kontruksi Atap

Pengertian Kontruksi Atap

Kontruksi atap, memiliki peran penting dalam sebuah bangunan. Yang berfungsi untuk penahan beban dari penutup atap. Kontruksi atap ini, sering kita jumpai dengan bentuk yang disusun secara vertical ataupun horiszontal.

Fungsi Kontruksi Atap

Fungsi dari rangka atap ini, adalah untuk menahan dan menerima bobotnya sendiri, penjelasan singkatnya seperti ini. Kontruksi atap akan menahan beban kuda-kuda dan bahan pelapisnya yang vertikal, kemudian meneruskan beban tersebut pada kolom dan pondasi bangunan. Fungsi lainnya dari kontruksi atap adalah untuk menahan tekanan angin.

Ukuran Kuda-Kuda Kontruksi Atap

Kontruksi atap, memiliki kuda-kuda yang menahan beban, ukuran dari kuda-kuda kontruksi atap ini bervariasi, tergantung pada berat, kekuatan bahan dan bentuk atapnya,

Ada dua jenis rangka kuda-kuda pada kotruksi atap , yaitu :

  • Batang (truss)

Rangka batang ini dibentuk dari banyaknya batang yang saling terhubung satu sama lain. Kalian bisa melihat gambar dibawah ini untuk melihat bentuk dari rangka kuda-kuda batang (truss)

  • Portal (frame)

Jenis rangka kuda-kuda ini terbentuk dari dua batang yang cukup panjang dan saling terhubung. Kamu bisa melihat contoh rangka kuda-kuda portal (frame) dibawah ini.

Rangka atas selain memiliki fungsi untuk menahan beban dari penutup atap, juga memiliki fungsi untuk menahan beban angin dan juga curah hujan.

Fungsi dari rangka atap ini, didukung oleh 3 elemen didalamnya, seperti

  • Kuda-kuda penopang, Memiliki fungsi sebagai pembagi beban, yang seperti saya sampaikan diatas.
  • Balok dasar, Memiliki fungsi sebagai penahan gaya tarik
  • Tiang tengah, Memiliki fungsi sebagai penerima gaya tekan dan beban, dan befungsi juga untuk mendukung balok

Oke, sekian artikel dari saya yang membahas tentang  ATAP : Pengertian , Syarat Pemasangan, Jenis Atap rumah dan Bahan-bahannya, semoga artikel ini dapat membantu kamu mencari informasi tentang dunia kontruksi yah!