Kontraktor Struktur Beton Bertulang

Struktur Beton Bertulang

beton bertulang
Pengertian Beton

Beton adalah campuran pasir, kerikil atau batu pecah, semen, dan air. Yang merupakan batuan buatan yang terjadi sebagai hasil pengerasan suatu campuran tertentu dari semen, air dan agregat (batu pecah, kerikil, dan pasir).

Agregat halus seperti pasir sebagai hasil desintegrasi batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dengan ukuran butir terbesar 5.0 mm.

 

Agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm.

Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan tertentu untuk mendapatkan suatu penampang yang berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.

  • Bahan lain (admixtures) dapat ditambahkan pada campuran beton untuk meningkatkan workability, durability, dan waktu pengerasan.
  • Beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan kekuatan tarik yang rendah.
  • Beton dapat retak karena adanya tegangan tarik akibat beban, susut yang tertahan, atau perubahan temperatur.
  • Beton bertulang adalah kombinasi dari beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Baja tulangan juga dapat memberikan tambahan kekuatan tekan pada struktur beton.
TULANGAN BETON

Tulangan dapat berupa besi polos atau besi ulir. Notasi untuk menyatakan ukuran yaitu besarnya diameter pada besi polos diberi notasi Ф dan pada besi ulir (deformed) dengan notasi D (huruf D besar).

Contoh penulisan :

2Ф12 berarti 2 batang besi polos dengan diameter 12 mm

Ф14 – 200, berarti batang besi polos diameter 14 mm berjarak 200 mm

5D20, berarti 5 batang besi berulir dengan diameter 20 mm

D20 – 150 berarti batang besi berulir diameter 20 berjarak 150 mm

beton bertulang
balok beton
BALOK BETON

Balok direncanakan untuk menahan tegangan tekan dan tegangan tarik yang diakibatkan oleh beban lentur yang bekerja padabalok tersebut. Karena sifat beton yang kurang mampu dalam menahan tegangan tarik maka beton diperkuat dengan tulangan baja pada daerah dimana tegangan tarik itu bekerja. Selain gaya lentur hal lain yang harus diperhatikan dalam perencanaan balok antaralain adalah kapasitas geser, defleksi, retak dan panjang penyaluran yang harus sesuai dengan persyaratan.

Perletakan balok dapat bebas atau terjepit, Penggambarannya dengan penampang memanjang dan beberapa penampang melintang sesuai dengan keperluan sehingga dapat menjelaskan penulangan yang diberikan.

Balok yang menahan balok anak atau pelat, maka balok anak atau pelat tidak digambarkan penulangannya tetapi daerahnya diberikan bayang-bayang (silhuet).

KOLOM BETON

Kolom umumnya berbentuk persegi panjang, bujur sangkar atau bulat. Penulangannya dapat secara simetri atau mengelilingi sisinya.

Penyambungan penulangan dilaksanakan secara praktis pada permukaan suatu lantai atau di tengah kolom.

Tulangan di bagian bawah dibengkokkan ke dalam dulu dan menjadi stek dengan panjang kurang lebih 40 kali diameternya.

kolom beton
slab concrete
PELAT BETON

Pelat beton bertulang yaitu struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada apabila struktur tersebut.Ketebalan bidang pelat ini relatif sangat kecil apabila dibandingkan dengan bentang panjang/lebar bidangnya.Pelat beton ini sangat kaku dan arahnya horisontal, sehingga pada bangunan gedung, pelat ini berfungsi sebagai diafragma/unsur pengaku horizontal yang sangat bermanfaat untuk mendukung ketegaran balok portal.

Pelat beton bertulang banyak digunakan pada bangunan sipil, baik sebagai lantai bangunan, lantai atap dari suatu gedung, lantai jembatan maupun lantai pada dermaga. Beban yang bekerja pada pelat umumnya diperhitungkan terhadap beban gravitasi (beban mati dan/atau beban hidup). Beban tersebut mengakibatkan terjadi momen lentur (seperti pada kasus balok). Untuk merencanakan pelat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan saja, tetapi juga jenis perletakan dan jenis penghubung di tempat tumpuan. Kekakuan hubungan antara pelat dan tumpuan akan menentukan besar momen lentur yang terjadi pada pelat.

KELEMAHAN BETON BERTULANG

Apa saja kelemahan beton bertulang?

Beton memiliki kekuatan tarik yang sangat rendah sehingga memerlukan penggunaan tulangan tarik

Beton bertulang memerlukan bekisting untuk menahan beton tetap pada tempatnyan sampai beton mengeras.

Rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton menyebabkan beton bertulang menjadi berat. Ini akan berpengaruh terutama pada struktur dengan bentang- bentang panjang dimana beban mati akibat berat sendiri yang sangat besar akan mempengaruhi momen lentur.

Rendahnya kekuatan per satuan volume mengakibatkan beton bertulang akan berukuran relative besar. Hal penting yang harus dipertimbangkan untuk bangunan tinggi dan struktur dengan bentang panjang.

Sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengerjaannya. Penuangan dan perawatan beton umumnya tidak bisa ditangani seteliti yang dilakukan pada proses produksi material lain seperti baja struktur

Sifat susut (shrinkage) dan rangkak (creep) pada beton bila tidak diperhatikan dapat menimbulkan masalah yang berarti

Kelebihan Struktur Beton Bertulang

Memiliki kekuatan tekan yang relative lebih tinggi dari pada kebanyakan bahan lainnya

kekuatan tekan yang dimiliki oleh beton bertulang lebih tinggi daripada material konstruksi lainnya. Ditambah kehadiran tulangan baja guna menanggulangi masalah pada kekuatan tarik membuat konstruksi beton bertulang lebih kokoh dan cenderung memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan material konstruksi lainnya.

Struktur beton bertulang sangat kokoh. Tahan terhadap api dan air

Material beton bertulang menjadi primadona konstruksi salah satunya karena daya tahan yang sangat baik terhadap air dan juga api (masih aman walaupun Negara api menyerang). Umumnya saat terjadi kebakaran dan juga banjir, material beton yang padat mampu melindungi tulangan pada beton bertulang dari api dan air sehingga umumnya kerusakan hanya akan terjadi pada bagian permukaan saja.

Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi.

Dibandingkan konstruksi lainnya, konstruksi beton bertulang juga unggul dalam hal perawatan. Tak cuma mudah dan praktis, biaya pemeliharaan dari konstruksi beton bertulang juga relatif lebih rendah menjadikannya termasuk konstruksi yang umum digunakan pada rumah-rumah modern yang mengutamakan kemudahan dalam hal pemeliharaan.

Keahlian buruh yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi beton

Tenaga kerja atau buruh dalam membangun konstruksi beton lebih rendah bila dibandingkan dengan bahan lain seperti baja struktur yang membutuhkan tenaga kerja khusus dengan anggaran yang lebih tinggi.

Dibanding dengan bahan lain, beton bertulang memiliki masa layan yang sangat panjang

Konstruksi beton bertulang juga memiliki durabilitas yang tinggi. Kontruksi ini terkenal akan keawetannya dan tahan lama dibandingkan dengan bahan lain. Umumnya struktur beton bertulang mampu digunakan dalam jangka waktu yang lama. Apalagi, kandungan kimia dalam semen pada beton justru cenderung akan semakin membatu (kuat) seiring bertambahnya usia dari konstruksi beton.

ciri khas beton dalam kemampuannya untuk dicetak menjadi bentuk yang sangat beragam

Dalam hal desain, fleksibilitas dalam pengolahan bentuk beton bertulang memungkinnya untuk dirancang sesuai dengan estetika desain yang diinginkan pada bangunan. Selain sebagai struktur, pengolahan bentuk beton bertulang juga bisa digunakan untuk mengeksplorasi bentuk dari fasad rumah atau bangunan.

Di sebagian besar daerah, beton terbuat dari bahan local yang murah (pasir, kerikil, air) dan relative membutuhkan sedikit semen dan baja.

Dari segi biaya pembangunan, konstruksi beton bertulang yangdibuat dari bahan-bahan lokal seperti pasir, kerikil, air dan bahan lainnya menjadikan konstruksi beton bertulang cukup ramah di kantong. Nggak cuma biaya bahan pembuatan dan instalasi konstruksi beton bertulang lebih mudah dan cukup dengan tenaga berkeahlian rendah juga menjadikan biaya pengerjaan juga relatif lebih rendah.