Sistem - Sistem Penyambungan Pada Konstruksi Baja

Perlu kita ketahui bahwa baja konstruksi disini berarti merupakan satu kesatuan struktur baja pada sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa jenis bahan bermaterial baja.

Untuk konstruksi baja, terdapat 2 macam kegiatan utama dalam proses pembangunannya yang harus dilaksanakan yaitu memotong dan menyambung.

Kedua kegiatan utama ini saling berhubungan satu sama lainnya tidak bisa dipisahkan, sehingga para kontraktor wajib untuk menguasainya agar proses berjalannya proyek berjalan dengan lancar dengan hasil yang berkualitas tentunya.

Pada artikel kali ini akan khusus coba kami paparkan perihal pelaksanaan penyambungan pada struktur baja.

Pengertian Sambungan Baja

Penyambungan material baja ini merupakan proses penyatuan dari 2 bagian ataupun lebih material baja untuk mendapatkan rangkaian tertentu sesuai kebutuhan, dalam hal ini berbentuk rangka struktur baja.

Pada proses penyambungan itu sendiri, ada beberapa metode yang dapat dilakukan sesuai dengan bentuk komponennya yang akan disatukan.

Untuk menghubungkan material baja satu dengan yang lainnya menjadi sebuah bentuk konstruksi baja tidaklah mudah. Ada resiko – resiko yang bisa terjadi secara tak terduga selama proses tersebut.

Resiko tersebut antara lain terjadinya retak, lepas atau patah yang terjadi pada baja yang disambung.

Untuk itulah dibutuhkan teknisi yang berpengalaman dan mengetahui perhitungan dari struktur baja yang tepat untuk melaksanakan penyambungan tersebut.

Tujuan Proses Penyambungan Material Baja

Tujuan dari proses penyambungan material ini antara lain:

  • Efisiensi bahan baja yang digunakan agar tidak terbuang atau tersisa.
  • Menggabungkan bagian yang dibutuhkan untuk membentuk konstruksi yang utuh sesuai desain.
  • Mendapatkan profil yang dibutuhkan.
  • Memudahkan proses instalasi rangka konstruksi.
  • Memudahkan dalam pergantian bahan yang mengalami kerusakan atau perubahan desain.
  • Menambah ruang gerak di konstruksi terhadap lendutan.
  • Mendapatkan struktur baja yang kokoh.

Komponen konstruksi baja berat yang telah di kelompokkan berdasarkan kodenya, kemudian di lakukan pemotongan sesuai ukuran yang di tentukan dan juga melubangi setiap titip struktur besi baja untuk di rakit bersamaan dengan baut nantinya. 

Baja yang telah di rakit setengah jadi lalu di beri lapisan anti karat di pabriknya. Lapisan ini bisa berupa galvanis dan lapisan cat khusus besi baja.

Jenis Sambungan Baja Berdasar SIfatnya

1. Sambungan Baja Tetap (Statis)

Penyambungan baja jenis ini jika prosesnya sudah selesai itu berarti sudah tidak dapat diubah atau pun dilepaskan kembali.

Kecuali jika dengan merusak komponen atau rangka tersebut. Contoh nya seperti menggunakan las, patri, paku keling ataupun rivet.

2. Sambungan Baja Tidak Tetap (Dinamis)

Berbeda dengan sambungan baja statis, sambungan baja dinamis ini masih dapat sewaktu – waktu untuk dirubah atau dilepas kembali.

Hal ini sangat memungkinkan untuk kebutuhan renovasi misalnya tanpa merusak komponen struktur baja tersebut.

Metode Terbaik Untuk Sambungan Konstruksi Baja

Diatas kita sudah jelaskan mengenai berbagai macam sambungan pada material baja, akan tetapi pada proses pengerjaan konstruksi baja tidak semuanya bisa diterapkan.

Terdapat banyak faktor yang harus di pertimbangkan saat pelaksanaan penyambungan tersebut. Contohnya seperti kekuatan struktur, efisiensi bahan, efektivitas serta bentuk dari struktur yang akan dibuat.

Berikut adalah 2 metode penyambungan terbaik untuk konstruksi baja, yaitu:

1. Penyambungan Baja Menggunakan Las

Metode ini secara sederhana adalah dengan lebih dulu memanaskan komponen yang akan disambung mencapai titik lebur yang sama lalu dipadukan bersama – sama menggunakan bahan pengisi (filler) yang akan bersama – sama meleleh dengan material baja yang akan disambung.

Metode ini juga dapat diartikan sebagai sebuah ikatan metalurgi yang ditimbulkan dari adanya gaya tarik menarik antara atom. Hal ini akibat dari panas dengan atau tanpa pengaruh dari tekanan.

Kelebihan  dari metode Sambungan Baja dengan Las ini antara lain:

  • Pertemuan bahan baja pada titik sambung dapat melebur bersama sehingga baja menjadi lebih kokoh.
  • Profil baja yang disambung lebih bersih dan rapi.
  • Beban konstruksi Baja tidak banyak bertambah, hanya berkisar antara 1 sampai 1,5% dari berat konstruksi.
  • Kekuatan struktur yang tersambung tetap terjamin.
  • Bermanfaat untuk rangka dengan kebutuhan khusus.contohnya seperti konstruksi atap kubah maupun lengkung.
  • Pengerjaan lebih praktis dan bisa dilakukan dimana saja.

Adapun kekurangan dari metode Sambungan Las antara lain:

  • Kekuatan sambungan las nya sangat bergantung dengan metode atau teknik pengelasan yang dilakukan.
  • Tidak boleh terjadi kesalahan pada saat proses penyambungan. Jika itu terjadi maka dapat dipastikan cacat tersebut menjadi titik lemah pada konstruksi,
  • Untuk beberapa kasus dibutuhkan pekerjaan penghalusan permukaan baja yang tidak rata akibat dari adanya benjolan akibat proses pengelasan.
  • Biaya dari pengelasan baja cukup mahal dan sering tidak muncul dalam penawaran harga.
  • Setelah proses pengelasan tidak dapat diubah kembali.

2. Penyambungan Baja Menggunakan Baut

Seperti yang kita ketahui bahwa baut berbentuk batang bulat dan mempunyai ulir. Salah satu ujung baut dikenal dengan nama kepala baut berbentuk segi 6 dan ujung satunya lagi terpasang pada ring dan mur nya.

Spesifikasi ulir yang bagus adalah dengan bentuk segitiga berjenis ulir UNC (Unified Coarse Thread) yang menjadi pengikat antara bahan baja yang akan disambung.

Pemilihan dari jenis ring dan mur nya sendiri harus disesuaikan dengan jenis baut nya sendiri. Apabila baut yang digunakan dari bahan baja maka mur dan juga ringnya harus dari bahan yang sama.

Kelebihan dari sambungan baut antara lain adalah:

  • Mudah dalam hal transportasi bahan ke lokasi proyek, karena setiap bagian rangka baja tersebut masih terpisah satu dengan yang lainnya.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk proses perakitan serta pemasangan pada konstruksi baja lebih cepat dan juga lebih mudah.
  • Pengaplikasiannya bisa diterapkan pada konstruksi dengan bentang lebar serta pada konstruksi bangunan yang bertingkat.
  • Hasil sambungan baja yang rapi serta tidak dibutuhkan penghalusan kembali pada permukaan baja yang disambung.
  • Hasil penyambungan konstruksi mudah untuk dilepas atau di bongkar kembali.
  • Biayanya sudah pasti akan masuk ke dalam penawaran harga proyek sedari awal.

Sedangkan Kekurangan dari metode Sambungan Baut ini adalah :

  • Lubang yang dibuat untuk menempatkan baut jika tidak sesuai ukuran akan membuat rangka baja tidak terpasang dengan kokoh serta sempurna.
  • Kekuatan dari bahan baja itu sendiri dapat berkurang akibat dari pembuatan lubang untuk baut tersebut.
  • Dibutuhkan perawatan yang berkala dari potensi kerusakan baut serta menghindari adanya baut longgar ataupun lepas.
  • 1 buah baut yang tidak dikencangkan dengan sempurna, akan berakibat terhadap kekuatan struktur itu sendiri secara keseluruhan,
  • Bobos konstruksi baja menjadi bertambah berat dengan penambahan beberapa baut tersebut.