Tahapan Pemasangan Konstruksi Baja WF

Konstruksi baja secara struktur dipasang dari perakitan beberapa komponen bermaterial baja menjadi seperti bingkai dalam sebuah bangunan.

Semua komponen baja diangkat serta ditempatkan dan juga dihubungkan satu sama lain ke posisinya masing – masing merupakan proses pemasangan konstruksi baja tersebut.

Khusus untuk menghubungkan komponen baja satu sama lain digunakan beberapa cara antara lain menggunakan baut untuk penyambungannya ataupun kadang menggunakan sistem pengelasan.

Nantinya kerangka yang telah dirakit tersebut harus di sejajarkan dahulu sebelum prose spenyambungannya selesai.

Desain yang dibuat oleh desainer bangunan harus memahami setiap aspek keputusan desain yang dibuatnya. Hal ini berhubungan dengan unsur “buildability” dari rancangannya itu sendiri.

Seringkali ditemui pemasangan konstruksi baja WF yang seharusnya prosesnya aman, cepat serta ekonomis menjadi sebaliknya akibat dari desain awal yang tidak memikirkan faktor “buildability” itu tadi.

Proses Pemasangan Konstruksi Baja WF

Kelebihan Desain Rumah dengan Konstruksi Baja

Untuk mendukung kelancaran daripada proses proyek dibutuhkan banyak hal yang mesti diperhatikan oleh kontraktor itu sendiri.

Seperti misalnya koordinasi lokasi yang baik. Akses yang diperlukan kontraktor pabrik baja dalam pengangkutan, pembongkaran serta pemasangan baja itu sendiri harus baik agar tidak mengganggu selama proses.

Lokasi disini bukan saja di lokasi proyek loh ya, akan tetapi akses untuk menuju lokasi tersebut juga harus kita perhatikan.

Demi kelancaran pemasangan konstruksi baja tersebut berikut akan coba kami breakdown tahapan – tahapannya seperti berikut:

1. Merencanakan Proses Konstruksi Sedari Awal

Setiap proyek memiliki target khusus dari sisi biaya, program serta kualitas hasil proyek itu sendiri. 

Dalam hal ini pemasangan konstruksi baja WF, kita harus merencanakan segala proses konstruksinya sedari awal yaitu dimulai dari proses desain bangunan itu sendiri.

Dengan merencanakan proses konstruksi sedari proses desain maka urutan konstruksi itu sendiri dapat diatur dengan mudah dan rapi. 

Selain itu kecepatan dan segala kesulitan yang akan dihadapi saat proses pembangunan bisa ditanggulangi dan disiapkan sedari awal juga agar di tengah jalan proyek tidak terganggu akibat hal – hal yang telah di siapkan dari awal.

2. Mengatur Proses Konstruksi Step By Step

Ada 3 faktor yang mempengaruhi kemampuan dari proses pembangunan itu sendiri, khusus dalam hal desain dan perencanaannya ya.

 

Dan berikut adalah 3 faktor tersebut:

  • Kepraktisan dari tahapan ereksi.
  • Perakitan dengan sistem sederhana.
  • Perdagangan yang logis dan berurutan.

Mengapa memilih perakitan dengan sistem sederhana ini akan mempengaruhi proses? Hal ini karena berhubungan dengan pengelasan lokasi.

Apabila di dalam desain terdapat sambungan dari beberapa komponen yang membutuhkan pengelasan di lokasi maka dalam proses pembangunan juga harus menentukan posisi pekerja yang melaksanakan pengelasan agar hasil pengelasan menjadi akurat dan kaku hasilnya.

Untuk mendapat hasil yang akurat dan kaku dibutuhkan koneksi – koneksi serta dukungan tambahan. Hal inilah yang membuat pengelasan di lokasi menjadi lebih mahal.

Faktor Yang Butuh di Pertimbangkan Saat Pemasangan Konstruksi Baja WF?

Desain Konstruksi

Terdapat 4 Hal dalam proses desain yang menjadi pertimbangan dimana nantinya akan berkontribusi terhadap pembangunan itu sendiri yaitu:

  • Terdapat dua aspek dari standarisasi itu sendiri yaitu: Peniruan dari jenis bangunan sebelumnya yang sama persis serta standar pilihan untuk koneksi bangunan itu sendiri.
  • Penentuan tingkat Toleransi yang ingin dicapai .
  • Pemilihan Jenis Rangka. 2 pilihan utama disini adalah Rangka bracing atau kontinu.

Lokasi Pelaksanaan Konstruksi

Dalam proses konstruksi baja, perlu diperhatikan perencanaannya dengan melihat bagaimana kondisi lokasi pelaksanaan proyek tersebut.

Apakah kondisi tanah nya sudah sesuai? Jika tidak sesuai apakah dibutuhkan threatment khusus untuk memenuhi proses konstruksi?

Semua ini harus di pertimbangkan dengan matang karena menyangkut segala plan pembangunan yang akan berjalan serta persiapan bahan dan alat – alat yang dibutuhkan.

Bagaimana Cara Memasang Konstruksi Baja WF?

Ereksi baja

4 tugas utama dari Ereksi baja ini pada dasarnya adalah sebagai berikut:

  • Menentukan dan menetapkan serta memastikan untuk pondasi nya sudah sesuai dan harus aman untuk memulai ereksi Baja.
  • Pengangkatan dan penempatan dari semua komponen ke lokasinya masing – masing. Biasanya menggunakan crane, akan tetapi bis ajuga menggunakan jacking. Untuk keamanan dari komponen – komponen tersebut,sambungan baut dibutuhkan akan tetapi tidak dikencangkan sebelum semua benar – benar pada posisinya.
  • Menyesuaikan struktur pondasi dan konstruksi.
  • Menyelesaikan koneksi baut sebelumnya untuk memastikan keamanan dan memberikan kekakuan pada frame yang dibuat yang disebut dengan Bolting-up.

Teknik ereksi

Pemasangan konstruksi baja struktural pada bangunan dan jembatan di inggris di inggris biasa menggunakan Cranes dan MEWPs (Mobile Elevating Work Platforms).

Secara umum crane itu sendiri terbagi menjadi 2 buah kategori yaitu seluler dan non – seluler.

Untuk crane seluler itu mencakup crane yang terpasang pada sebuah truck, perayap dan dapat dipakai di segala medan.

Sedangkan untuk crane non – seluler berarti crane yang dipasang di menara yang dibuat dan tidak dapat mobile.

Mobile crane

Kebanyakan mobil crane yang terpasang pada sebuah truck tidak membutuhkan crane cadangan untuk proses pemasangannya di lokasi dan juga waktu persiapan yang dibutuhkan sedikit saja.

Crane ini cocok untuk kebutuhan akan pekerjaan dengan waktu yang singkat.

Kelemahan dari crane jenis ini adalah saat ingin mencapai kapasitas mengangkat komponen yang tinggi, dikarenakan truck kendaraan yang cukup ringan maka dibutuhkan tapak alas yang lebih besar dibandingkan dengan crawler crane untuk ukuran yang setara.

Ukuran tapak tersebut bisa dibuat lebih besar menggunakan outrigger, akan tetapi dibutuhkan kondisi tanah yang baik untuk memastikan stabilitas yang cukup untuk menahan crane dan truck secara keseluruhan.