Pipa PVC sudah banyak digunakan di dunia dan di Indonesia pada khususnya. Mulai untuk pipa air bersih, air kotor, kotoran, dan air hujan. Pipa PVC standar pipa pasar atau pipa retail biasanya digunakan oleh masyarakat untuk instalasi pompa dan distribusi air, termasuk saluran air kotor dan saluran air buangan di perumahan.

Menurut warnanya, pipa PVC di pasaran ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna abu-abu. Secara kualitas tidak ada bedanya. Perbedaan yang ada antara pipa PVC yang berwarna putih dengan abu-abu adalah; Pipa PVC putih, memantulkan sinar UV, lebih tahan dari kebengkokkan akibat sinar UV, tidak kuat menahan lumut, dan tanpa carbon black, sedangkan pipa PVC abu-abu, menyerap sinar UV, bila diletakkan di luar rumah lama-lama bisa bengkok karena sinar UV, tahan terhadap lumut, dan diberi carbon black

Gambar XIV-1, Pipa PVC

A. Penyambungan Pipa

Instalasi pipa tidak hanya terdiri dari satu batang pipa, namun terdiri dari beberapa pipa yang disambung untuk mengalirkan air sampai ke outlet terakhir. Jenis sambungan ditentukan berdasarkan jenis material pipanya dan letak sambungannya. Penyambungan untuk pipa pvc cukup sederhana dengan menempelkan dua batang pipa menggunakan penyambung yang tepat. Untuk memperkuat sambungan digunakan seal tape pada sambungannya. Ujung pipa ada yang menggunakan drat dan ada juga yang jenis polos. Sambungan yang berdrat, pada ujungnya terdapat ulir. Agar sambungan lebih kokoh, meskipun memakai ulir tetapi seal tape tetap digunakan.

⦁ Alat Penyambung

Berbagai bentuk alat penyambung dalam penyambungan pipa PVC tersedia dalam model dan bentuk yang cukup banyak ragamnya, diantaranya adalah seperti berikut;
⦁ Elbow, untuk menyambung pipa dengan arah 90°dan ada juga yang

45°

b. Flock Shock, untuk menyambung dua pipa dengan diameter yang sama.

⦁ Reducer Shocket, untuk menyambung dua pipa dengan diameter yang berbeda.

d. Tee, untuk menyambung tiga batang pipa dengan diameter yang sama

⦁ Valve Socket, untuk menyambung pipa dengan kran atau pipa lain yang memiliki drat dalam.

Gambar XIV-2, Alat Penyambung Pipa PVC

⦁ Cara Penyambungan

Proses pengerjaan sambungan pipa PVC adalah sebagai berikut;

⦁ Pipa Pilih lem yang berbahan dasar sama dengan pipa yang akan disambung. Biasanya setiap produsen pipa menyediakan lem khusus untuk penyambungan pipa.

⦁ Bersihkan kedua permukaan yang akan disambung baik dari kotoran, minyak atau air. Ada baiknya menggunakan cairan pembersih (cleaner).

⦁ Oleskan lem PVC secara merata secukupnya, dengan menggunakan kuas yang lembut dan bersih.

⦁ Sambungkan segera sebelum lem mengering. Biarkan sambungan mengering. Sambungan akan sempurna setelah 24 jam.

⦁ Penggunaan seal tape penting, agar kedua pipa dapat terikat kuat. Seal tape dipakai pada valve socket yang telah dipasang pada kedua ujung pipa. Hal ini juga digunakan untuk pipa besi.

⦁ Penyambungan bisa juga menggunakan valve. Namun yang perlu diingat adalah tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusakkan pipa. Pengencangan valve menggunakan kunci inggris sehingga potensi untuk mengencangkan valve menjadi berlebihan.

⦁ Penyambungan Pipa yang Rusak/Bocor

Kerusakan pada pipa bisa terjadi karena retak atau bocor. Biasanya ini terjadi pada sambungan-sambungan pipa. Bahkan bisa dari badan pipa itu sendiri, yaitu terdapatnya cacat material (ada lubang). Kebocoran bisa juga terjadi karena kesalahan pemasangan. Akibat yang ditimbulkan dari kebocoran pipa, air keluar atau merembes keluar atau adanya zat lain yang masuk ke dalam pipa. Kebocoran pipa mengakibatkan tekanan air akan berubah. Perubahan tekanan dapat disebabkan adanya sumbatan akibat endapan atau benda lain. Bahkan perubahan tekanan ini dapat diakibatkan oleh kerusakan pada tangki gelontor pada kloset.

Pipa rusak juga diakibatkan karena adanya penyumbatan. Penyumbatan yang fatal, dan pembersihannya tidak tepat akan merusak pipa. Pipa bisa juga rusak karena adanya pukulan pada badan pipa. Atau pipa diberi beban yang besar sehingga pecah.

Langkah penyambungan pipa yang rusak/bocor adalah sebagai

berikut;

⦁ Pastikan hanya pipa yang rusak saja yang diganti. Bila terjadi kebocoran, harus dipastikan bagian mana yang bocor, bagian pipa atau sambungan.

⦁ Pipa yang bocor dilepaskan dari sambungan, dikeluarkan dari shaft, dan ganti dengan pipa baru.

⦁ Pipa yang bocor dapat dihilangkan dengan memotong bagian yang dekat dengan titik bocor.
⦁ Potong pada ujung pipa yang satu dan ujung lainnya di atas sambungan. Sambung dengan pipa lain yang memiliki diameter sama dengan pipa yang bocor tersebut. Sesuaikan dengan panjang pipa yang diganti.

⦁ Beri lem khusus pvc pada permukaan dalam dari floksok (penyambung).Tempelkan pipa baru dengan ukuran yang tepat pada kedua ujung pipa yang lama.tentunya menggunakan dua floksok.

Gambar XIV-3, Pipa PVC yang Rusak dan Sistem Penyambungannya

B. Sistem Perpipaan

  1. Jaringan Penyediaan Air Bersih
    Jaringan penyediaan air bersih yang banyak digunakan sebagai berikut

⦁ Sistem Sambungan Langsung

Sistem ini pipa distribusidalam gedung disambung langsung dengan pipa utama penyediaan air bersih misalnya PDAM.

Gambar XIV-4, Jaringan PDAM

Gambar XIV-5, Potongan Letak Meteran Air PDAM

⦁ Sistem Tangki Atap

Sistem ini air ditampung lebih dahulu dalam tangki bawah kemudian dipompakan ke suatu tangki atas yang bisasanya dipasang di atas atap atau di atas lantai tertinggi bangunan. Dari tangkiair ini air didistribusikan ke seluruh bangunan

Gambar XIV-6, Sistem Tangki Atap

Pengaliran Ke Atas

Gambar XIV-7, Sistem Tangki Atap

Pengaliran Ke Bawah

⦁ Sistem Tangki Tekan

Sistem tangki tekan ini diterapkan dalam keadaan dimana oleh karena sesuatu alasan tidak dapat digunakan sistem sambungan langsung.

Prinsip kerja adalah sebagai berikut : Air yang telah ditampung dalam tangki bawah, dipompakan ke dalam suatu bejana tertutup sehingga udara di dalamnya terkompresi. Air dari tangki tersebut dipompakan ke dalam suatu bejana (tangki) tertutup sehingga udara di dalamnya terkompresi

Gambar XIV-8, Sistem Tangki Tekan Dengan Sumur Untuk Rumah

⦁ Sistem Tanpa Tangki

Dalam sistem ini tidak digunakan tangki apapun. Air dipompakan langsung ke sistem distribusi dan pompa menghisap air langsung dari sumber air

⦁ Peralatan Pelengkap

Disamping berbagai peralatan utama saniter seperti tersbut di atas ada beberapa peralatan yang sifatnya pelengkap yaitu yang dinamakan fiting saniter, meliputi :

⦁ Kran air

Kran untuk taman bentuknya berbeda dengan kran untuk sink dapur dan kran untuk kamar mandi. Kran untuk taman, belalainya tidak panjang tetapi bagian paruhnya mengecil dan ber-drat. Ini untuk memasang slang agar tidak mudah lepas.

Kran untuk sink dapur, belalainya panjang. Agar air tidak terpercik kemana-mana sehingga dapur tetap bersih, tidak becek. Kran untuk sink dapur biasanya memiliki dobel kran. Ini gunanya untuk air dingin dan air panas.

Kran untuk kamar mandi begitu juga, ada yang dobel dan tunggal.Bedanya belalai untuk kamar mandi tidak panjang. Tetapi ada juga yang memiliki belalai tinggi, seperti leher angsa. Bentuk pemutar kran juga ada yang diputar tetapi ada juga yang digeser.

Gambar XIV-9, Macam-macam Kran Air

⦁ Pancuran (Shower)

Mandi menggunakan pancuran seakan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini. Padahal, jika mau jujur, sebagian besar orang memilih mandi dengan pancuran karena kepraktisan dan keefisienan semata-mandi dengan pancuran terbukti bisa menghemat konsumsi air, dengan skala 1:5 dibanding-kan mandi dengan air dalam bak.

Aktivitas mandi dengan pancuran juga bisa menghemat waktu mandi Anda. Menggunakan pancuran dalam kamar mandi juga dapat menghemat luas area kamar mandi, terutama jika dibandingkan dengan kamar mandi yang menggunakan bak mandi konvensional. Selain itu, sebagian besar orang cenderung menganggap mandi dengan pancuran lebih higienis dibandingkan dengan air dari bak mandi, sebab airnya terus mengalir dan sisa-sisa sabun bisa dibersihkan secara lebih merata.

Anda bisa memilih salah satu dari dua teknologi pancuran yang tersedia saat ini. Yang pertama, pancuran campuran (mixershower). Kedua, pancuran campuran untuk bak mandi (bath mixer shower). Kedua jenis teknologi ini bekerja dengan jalan menyimpan air panas dan air dingin dalam dua tempat berbeda, baru kemudian mencampurnya saat Anda membutuhkan suhu airtertentu.

Gambar XIV-10, Pancuran (Shower)

  1. Jaringan Pembuangan Air Kotor/Buangan

⦁ Sistem Instalasi

Dari cara penyaluran airnya, sistem pembuangan air kotor, kotoran, air hujan, dan air bekas, dibedakan dalam 2 jenis yaitu sistem campuran dan sistem terpisah. Sistem campuran, artinya air bekas dan air kotor dikumpulkan dan bersama-sama dibuang menggunakan satu aliran. Sedangkan sistem terpisah,air dikumpulkan sesuai dengan jenisnya dan dialirkan secara terpisah. Air kotor menuju ke septictank sedangkan air bekas dan air hujan menuju riol lingkungan.

⦁ Pipa Air Buangan

Pipa air kotor, bekas, dan kotoran keluar dari perlengkapan saniter menggunakan pipa tegak agar air buangan dapat mudah berjalan/mengalir oleh adanya gravitasi bumi. Beberapa pipa dari perlengkapan saniter tersebut digabungkan menjadi satu pada pipa vertikal utama. Tetapi untuk sampai ke pipa vertikal utama tersebut tentu dihubungkan dengan pipa horizontal.

Gambar XIV-11, Denah Instalasi Air Kotor Lantai Bawah

Gambar XIV-12, Denah Instalasi Air Kotor Lantai Atas

⦁ Pemasangan Pipa

Pemasangan pipa terhadap konstruksi perlu diperhatikan. Jangan sampai seluruh konstruksi bangunan sudah selesai dikerjakan tetapi pipa belum terpasang. Memasang pipa yang dilakukakan belakangan, akan memperlemah konstruksi bangunan. Untuk itu perlu perencanaan yang baik antara perencanaan plumbing dan pemberian perkuatan pada konstruksi bangunan.

Seluruh insatalasi pipa harus sudah terpasang dengan benar sebelum pekerjaan pemasangan lanjutan berlangsung. Misalnya pemasangan instalasi pipa pada kamar mandi harus sudah terpasang sebelum keramik dinding terpasang. Atau juga pemasangan pipa horizontal air hujan harus sudah terpasang sebelum memasang plafon.

Pipa yang menembus pondasi, akan memperlemah pondasi, maka pada bagian yang menembus tersebut harus diperkuat oleh tulangan lain. Agar permukaan pipa tidak langsung bersentuhan dengan lubang pada pondasi maka diberi selubung.

Pipa mungkin saja mengalami patah pada titik di mana pipa tersebut bertemu dengan elemen bangunan. Hal ini terjadi akibat

mengembang dan menyusutnya pipa karena adanya perubahan temperatur. Untuk itu, lubang tempat pipa tersebut, diberi selubung pipa baja. Selubung pipa dapat diterapkan pada instalasi pipa horizontal dan pipa vertikal.

Gambar XIV-13, Kemiringan Pipa

⦁ Pipa Horizontal Terhadap Konstruksi Bangunan

Gambar XIV-14, Plesteran Kedap Air Dengan Penutup Bata

Gambar XIV-15, Plesteran Kedap Air Tanpa Penutup Bata

b) Pipa Vertikal Terhadap Konstruksi Bangunan

Gambar XIV-16, Pipa Vertikal terhadap Konstruksi bangunan

⦁ Perangkap

Maksud dipasang perangkap adalah untuk mencegah masuknya gas yang berbauataupun beracun, atau bahkan serangga.

Gambar XIV-17, Bentuk Dasar dari Perangkap

⦁ Penangkap

Maksud pemasangan penangkap ini adalah untuk mencegah masuknya bahan-bahan yang dapat menyumbatatau mempersempit penampang pipa yang dapat mempengaruhi kemampuan instalasi pengolahan air buangan

Adapun jenisnya meliputi :
⦁ Penangkap minyak
⦁ Penangkap lemak

⦁ Penangkap pasir
⦁ Pengkap rambut

Gambar XIV-18, Penangkap Lemak

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi pembaca,
Rujukan artikel ini: G. Tamrin, A, 2008, Teknik Kontruksi Bangunan Gedung Jilid 2,
Direktorat Pembinaan SMK,Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Dapertemen Pendidikan Nasional, Jakarta.